Wagub Nyanyang Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kepri. Menjelang dimulainya seluruh rangkaian perlombaan, Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, kembali mengingatkan seluruh dewan hakim agar menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan bebas dari segala bentuk intervensi daerah.
Penegasan tersebut disampaikan dalam rangka memastikan seluruh peserta dari tujuh kabupaten dan kota memperoleh perlakuan yang sama selama proses perlombaan berlangsung. Menurut Nyanyang, integritas dewan hakim merupakan kunci utama menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan MTQ yang menjadi ajang syiar Islam sekaligus pembinaan generasi Qurani.
Selain menekankan aspek keadilan, Pemerintah Provinsi Kepri juga memastikan seluruh persiapan teknis, mulai dari arena perlombaan, akomodasi peserta, hingga pelayanan bagi kafilah telah dipersiapkan secara maksimal menjelang pelaksanaan MTQ XII di Kota Tanjungpinang.
Penilaian Harus Murni Berdasarkan Kemampuan Peserta dan Wagub Nyanyang
Wagub Nyanyang Wakil Gubernur Nyanyang menegaskan bahwa setiap keputusan dewan hakim wajib didasarkan pada kualitas penampilan peserta sesuai pedoman penilaian yang telah ditetapkan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ).
Ia mengingatkan agar tidak ada faktor eksternal yang memengaruhi hasil perlombaan, termasuk kedekatan daerah asal peserta maupun berbagai bentuk tekanan lainnya. Menurutnya, MTQ merupakan ajang mencari peserta terbaik yang nantinya akan mewakili Kepulauan Riau di tingkat nasional sehingga proses seleksi harus benar-benar objektif.
Objektivitas Menjadi Marwah MTQ
Objektivitas dalam penilaian dinilai sebagai fondasi utama keberhasilan penyelenggaraan MTQ. Dengan menjaga independensi dewan hakim, hasil perlombaan akan lebih mudah diterima seluruh peserta maupun masyarakat.
Keputusan yang transparan juga diyakini mampu meningkatkan kualitas pembinaan qari dan qariah di seluruh kabupaten serta kota di Kepulauan Riau.
Wagub Nyanyang Ingatkan Hakim Menjunjung Integritas
Dalam arahannya, Nyanyang meminta seluruh dewan hakim menjaga integritas sejak hari pertama hingga penutupan perlombaan.
Menurutnya, menjadi hakim bukan sekadar memberikan nilai, melainkan memikul amanah besar untuk menentukan peserta terbaik secara profesional. Oleh karena itu, seluruh proses penilaian harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab serta mengedepankan kejujuran.
Ia berharap setiap hakim mampu bekerja secara kolektif berdasarkan musyawarah serta menghindari keputusan yang bersifat sepihak. Sikap tersebut dinilai penting agar hasil MTQ memiliki legitimasi yang kuat di mata seluruh peserta.
Profesionalisme Hakim Menentukan Kredibilitas Perlombaan
Semakin tinggi profesionalisme dewan hakim, semakin besar pula kepercayaan masyarakat terhadap hasil perlombaan.
Karena itu, seluruh hakim diminta memegang teguh aturan perlombaan tanpa memberikan perlakuan khusus kepada peserta dari daerah mana pun.
Persiapan MTQ XII Kepri Semakin Matang
Selain membahas aspek penilaian, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau juga terus memantapkan berbagai persiapan pelaksanaan MTQ XII.
Kota Tanjungpinang sebagai tuan rumah telah menyiapkan arena utama, lokasi cabang perlombaan, penginapan peserta, transportasi, konsumsi hingga pelayanan kesehatan. Pemerintah berharap seluruh kafilah memperoleh pelayanan terbaik sejak kedatangan hingga kepulangan mereka.
MTQ XII Provinsi Kepri dijadwalkan berlangsung pada 4–9 Juli 2026 dengan melibatkan ratusan peserta dari tujuh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau.
Kolaborasi Semua Pihak Sangat Dibutuhkan
Wagub Nyanyang menilai keberhasilan MTQ bukan hanya menjadi tanggung jawab panitia, melainkan memerlukan dukungan seluruh unsur pemerintah, LPTQ, Kementerian Agama, Forkopimda, hingga masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan penyelenggaraan MTQ yang tertib, nyaman, aman, sekaligus memberikan pengalaman positif bagi seluruh peserta.
MTQ Sebagai Sarana Membentuk Generasi Qurani
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar kompetisi membaca Al-Qur’an.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi media pembinaan karakter generasi muda agar semakin mencintai Al-Qur’an, memperkuat nilai keislaman, sekaligus melestarikan budaya Melayu yang selama ini menjadi identitas Kepulauan Riau.
Nyanyang juga mengajak seluruh peserta menjadikan MTQ sebagai momentum meningkatkan kualitas diri, bukan semata mengejar prestasi. Dengan semangat sportivitas, setiap peserta diharapkan mampu menampilkan kemampuan terbaiknya serta mempererat persaudaraan antar daerah.
Semangat Sportivitas Harus Dijaga Bersama
Sportivitas menjadi salah satu pesan penting yang terus disampaikan panitia kepada seluruh peserta maupun official.
Melalui kompetisi yang sehat, hasil MTQ diharapkan mampu melahirkan qari dan qariah terbaik yang siap mengharumkan nama Kepulauan Riau pada ajang MTQ tingkat nasional.
Penyelenggaraan yang Transparan Tingkatkan Kepercayaan Publik
Wagub Nyanyang dan Komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam menjaga independensi dewan hakim menunjukkan keseriusan menghadirkan penyelenggaraan MTQ yang berkualitas. Penilaian yang objektif tanpa intervensi daerah akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap hasil perlombaan sekaligus menjaga marwah MTQ sebagai ajang syiar Islam. Dengan dukungan seluruh pihak, MTQ XII Provinsi Kepulauan Riau diharapkan tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga mampu melahirkan peserta terbaik yang siap membawa nama daerah di tingkat nasional.